Generasi Milenial NU Harus Kuasai Media

BERBAGI
Fajar Riza Ul Haq
Staff ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq. [foto : Arief]

Redaksikota – Staff ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq menilai banyak kelompok dan tokoh bisa dimunculkan melalui broadcast media sehingga bisa menjadi idola dan panutan bagi masyarakat khususnya generasi milenial.

“Generasi milenial itu sangat kental pada perkembangan internet dan teknologi. Mengapa mereka menjadikan Habib Rizieq, Mamah Dede, Aa Gym itu sebagai idola, karena media informasi itu dikuasai mereka,” kata Fajar dalam sebuah diskusi di Griya Gus Dur, Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).

Maka dari itu, Fajar juga memberikan saran agar kelompok muda Nahdlatul Ulama (NU) sebagai barisan Islam moderat juga bisa menguasai perkembangan media dan teknologi informasi, sehingga tokoh-tokoh NU bisa dimunculkan dan dikenalkan kepada publik.

“Mengapa kita tidak melakukan itu, kita kuasa media dan kita memunculkan tokoh-tokoh moderat seperti Cak Nun misalnya atau Gus Dur, agar generasi milenial kenal dengan mereka,” tukasnya.

Selain itu, Fajar juga menyoroti tentang sosok Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid. Menurutnya, generasi muda saat ini harus bisa dikenalkan sosok Presiden Indonesia ke-4 tersebut secara mendalam.

Salah satu yang bisa diteladani dari sosok Gus Dur menurut Fajar adalah keutamaan pendekatan dialog dalam menyikapi sebuah permasalahan, ketimbang dengan melakukan tindakan-tindakan yang justru condong destruktif.

“Gus Dur itu sosok yang sangat tepat sebagai pemimpin yang menularkan jika Islam adalah agama yang welas asih. Islam yang diyakini Gus Dur adalah Islam yang welas asih dan menyelesaikan masalah degan pendekatan-pendekatan dialog,” pungkasnya.

Keteladanan Gus Dur ini jika ditularkan dan dipahami betul oleh generasi milenial seperti saat ini, Fajar meyakini jika generasi muda Indonesia tidak akan mudah terpecah-belah dengan berbagai persoalan dan upaya adu-domba yang terjadi baik itu melalui jejaring sosial internet maupun dunia nyata.

“Gus Dur ini akan menjadi salah satu sumber oase menyegarkan bagi generasi milenial, tidak hanya saat berselancar di dunia maya tetapi juga ketika berinteraksi dalam realitas nyata,” ujar Fajar.