BERBAGI

Redaksikota – Seluruh santri di Pondok Pesantren Hasyim Asyari Bangsri malam ini menggelar tasyakuran bersama dengan warga sekitar, usai sukses menyelenggarakan kemeriahan peringatan 72 tahun Indonesia Merdeka.

Disampaikan oleh pengasuh Ponpes Hasyim Asyari, KH Zainal Umam Amin, bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari ajang perenungan terhadap kerja keras dan pengorbanan besar para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tasyakuran ini diadakan sebagai wujud rasa syukur kita terhadap jasa para pahlawan, yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dari tanggan penjajah,” kata pria yang karib disapa Gus Umam itu dalam sambutannya, Senin (28/8/2017).

Selain itu, di hadapan para santriwan dan satriwatinya serta masyarakat RT 07, RW 6, Kelurahan Bangsri, Kecamatan Bangsri, Jepara, Jawa Tengah itu, putra kandung Al Mukarrom KH Amin Soleh tersebut juga meminta kepada ketua RW setempat untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak Pesantren, termasuk juga ketika ada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sehingga para santri bisa ikut terlibat di dalamnya.

“Ketika dari pihak masyarakat atau RW 6, apabila ada kegiatan baik itu gotong-royong dalam bersih-bersih lingkungan, maka diharapkan dari masyarakat untuk menyampaikan kepada Pondok Pesantren, agar Pondok Pesantren bisa ikut berpatisipasi pada acara-acara tersebut,” pungkasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 6, Haji Sakimin mengaku sangat gembira dengan kegiatan dan
partisipasi para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Hasyim Asyarai Bangsri, pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh warganya. Termasuk kegiatan perlombaan

Ia sangat berharap kerjasama dan komunikasi berkesinambungan tersebut dapat berjalan sampai tahun-tahun berikutnya.

“Saya sangat senang dan bangga adik-adik santri bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Kami akan selalu sampaikan kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar kepada Pondok seperti yang disampaikan Pak Kiyai (Gus Umam -red) tadi,” tandasnya.

Selain menyampaikan terima kasihnya, Haji Sakimin juga mengajak kepada para santri untuk tetap menjaga falsafah dan ideologi negara Indonesia yakni Pancasila. Karena disampaikannya, bahwa Indonesia adalah negara yang sudah final, sehingga tidak membutuhkan adanya paham-paham baru yang justru mendegradasi paham Pancasila tersebut.

“Mari kita sama-sama menjaga Negara ini. Negara Indonesia sudah harga mati. Jadi tidak usah diubah-ubah lagi menjadi negara yang lain,” tukasnya.