AMSA Kecam Keras Sikap Presiden Donald Trump

BERBAGI
Sapwan Noor
Sapwan Noor

Redaksikota – Kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donal Trump tentang pengakuannya terhadap Yerussalem sebagai ibukota Israel menulai kecaman dari mayoritas Negara-negara di Dunia. Kebijakan Amerika Serikat sebagai negara adidaya terkait dengan konflik Israel dan Pelestina tentu akan memberikan dampak terkait dengan stabilitas keamanan internasional khususnya resolusi dewan keamanan PBB terkait dengan konflik berkelanjutan di Palestina.

Presiden AMSA ASEAN Sapwan Noor mengatakan bahwa kebijakan Trump terkiat dengan pengakuannya Yerussalem sebagai ibukota Israel sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) warga Palestina. Bahkan ia menilai negara yang sering menggemborkan penegakan HAM tersebut sudah mencoreng mukanya sendiri.

“Pernyataan Trump terkait Yerussalem sebagai Ibukota Israel membuka mata kita semua, bahwa AS berpihak kepada Israel. Hari Ini kita juga melihat, bahwa negara yang selalu mengkampanyekan HAM sudah tidak sesuai dengan semangat perdamaian dan kemanusiaan,” kata Sapwan Noor dalam keterangan persnya, Sabtu (16/12/2017).

Amerika Serikat yang juga sebagai pimpinan Dewan Keamanan PBB dinilai telah gagal memberikan resolusi terkait konflik antara Israel dan Palestina, dengan manuver yang dilakukan oleh Presiden AS. Bahkan Sapwan menilai Amerika sudah pantas untuk ditendang dari posisinya di Dewan Keamanan dunia tersebut.

“Posisinya jelas, Amerika Serikat selaku pimpinan Dewan Keamanan PBB mendukung penuh penjajahan Israel terhadap Palestina, dengan pengakuan sepihaknya terhadap ibukota Israel yaitu Yerussalem. Wajar resolusi tehadap konflik ini tidak pernah tuntas. AS selaku pimpinan Dewan Keamanan PBB telah gagal untuk menuntaskan konflik di Palestina, dan sudah selayaknya AS dikeluarkan dari Dewan Keamanan PBB,” terangnya.

Gagalnya resolusi PBB atas kemerdekaan Palestina, juga dinilai sebagai interpretasi kegagalan negara-negara di seluruh dunia untuk menekan Israel menghentikan pendudukan dan penjajahan terhadap Palestina dan mengintervensi AS untuk tidak ikut andil dalam menyokong segala kebijakan Israel terhadap Palestina.

“Kegagalan resolusi ini ialah interpretasi kelemahan kekuatan dunia untuk menghentikan tindakan dari Israel di Palestina, dan keberpihakan AS terhadap Israel. Dengan pernyataan yang telah dilontarkan oleh Presiden AS, Saya menghimbung kepada seluruh member AMSA di Asean, AMSA Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Brunai, Filiphina, untuk meminta kepada pimpinan negara masing-masing agar mengusir dan memutuskan diplomatik bagi negara-negara yang memiliki hubungan bilateral terhadap Israel dan Amerika Serikat,”
ucap Sapwan Noor.

Terkait pertemuan darurat negara-negara mayoritas muslim yang tergabung di dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Turki, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Presiden RI Joko Widodo, merupakan langkah konkret untuk meng-counter manuver yang dilakulan oleh Pemerintah AS.

“Semoga hasil pertemuan OKI di Turki, menjadi awal komitmen Negara-negara Islam dan mayoritas Islam, untuk mendukung penuh dan mewujudkan kemerdekaan Palestina. Terlebih bukan hanya sekedar permasalahan ideologis, namun asas kemanusian. Sudah sepatutnya rakyat Palestina mendapatkan hak-haknya untuk dapat hidup dengan damai,” tegas Sopwan.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kecepat-tanggapannya Presiden Joko Widodo untuk menyikapi kasus tersebut.

“Saya juga mengapresiasi langkah dari President RI Joko Widodo terkait komitmen Indonesia dan langkah strategis Indonesia terhadap permasalahan di Palestina, termasuk memobilisasi negara-negara OKI untuk memutus diplomatik terhadap AS dan Israel, dan itu langkah yang berani,” tutupnya. (*)

Video Aksi Bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat :
Video Aksi Bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat :