Presiden Jokowi Kutuk Keras Serangan Bom dan Penembakan di Masjid Ar-Raudhah, Mesir

"Indonesia selalu bersama dengan Mesir dalam kondisi seperti itu. Saya kira sudah sering saya ulang-ulang bahwa kerja sama dalam rangka memerangi terorisme, memerangi radikalisme adalah kewajiban kita bersama," terang Presiden.

BERBAGI
Jokowi, Sisi
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden Indonesia Joko Widodo. [*net]

Redaksikota – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya sangat mengutuk keras aksi pengemboman dan penembakan di Masjid Ar-Raudhah, Sinai Utara, Mesir yang menewaskan lebih dari 305 orang.

“Saya mengutuk keras serangan yang ada di Sinai Utara, Mesir,” kata Presiden seusai melangsungkan prosesi adat pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di perumahan Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi dikutip dari Antaranews, Sabtu (25/11/2017).

Presiden juga menyampaikan rasa bela sungkawanya dari seluruh rakyat Indonesia kepada masyarakat dan pemerintah Mesir atas peristiwa memilukan itu.

“Duka dan simpati yang mendalam dari seluruh rakyat Indonesia baik kepada pemerintah Mesir, kepada masyarakat Mesir maupun kepada korban,” imbuh Presiden.

Apalagi dalam persoalan menangkal terorisme, radikalisme dan ekstremisme, pemerintah Indonesia selalu bekerjasama dengan pemerintah Mesir. Tetunya dalam kondisi semacam itu, Presiden mengatakan pemerintah Indonesia juga merasa terpukul.

“Indonesia selalu bersama dengan Mesir dalam kondisi seperti itu. Saya kira sudah sering saya ulang-ulang bahwa kerja sama dalam rangka memerangi terorisme, memerangi radikalisme adalah kewajiban kita bersama,” terang Presiden.

Perlu diketahui Pada Jumat (24/11/2017), telah terjadi serangan bom dan penembakan di masjid Ar-Raudhah, di Bir al-Abed, Provinsi Sinau Utara, Mesir.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 235 orang dan 120 orang lainnya mengalami luka-luka.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, kelompok militan lokal yang berafiliasi dengan organisasi ekstremis Islamis State of Iraq and Syria (ISIS) pernah mengklaim melakukan serangan-serangan di Mesir sebelumnya.

Serangan diawali dengan ledakan bom, yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan beruntun ke arah jamaah yang masih hidup dan berlari menyelamatkan diri.