Korut Ogah Negoisasi Soal Rudal Nuklir dengan AS

BERBAGI
Nuklir
Rudal nuklir milik pemerintah Korea Utara.

Redaksikota – Gesekan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat tampaknya masih terus memanas. Pasalnya, ia tak mau senjata pemusnah yang dimilikinya itu menjadi bahan perundingan dengan negara yang kini dipimpin oleh Donald Trump itu.

“Selama kebijakan permusuhan dan ancaman-ancaman nuklir AS tetap tak berubah, DPRK tak akan pernah membawa kekuatan nuklir pertahanan dirinya ke meja perundingan,” kata diplomat Korut, Ju Yong Chol di kegiatan Konferensi Pelucutan Senjata Dunia yang digelar di Jenewa, Swiss, Selasa (22/8/2017).

Bagi Ju Yong Chol, persenjataan nuklir yang dimiliki negaranya itu merupakan bagian dari alat pertahanan negara. Dan senjata untuk perlindungan negara dari ancaman dan serangan musuh tersebut menurutnya merupakan sesuatu yang sah.

“Langkah-langkah yang diambil DPRK (singkatan nama resmi Korut – Democratic People’s Republic of Korea) untuk memperkuat nuklirnya dan mengembangkan roket-roket antarbenua, merupakan opsi yang dibenarkan dan sah untuk pertahanan diri, dalam menghadapi ancaman-ancaman yang begitu jelas dan nyata,” tegasnya.

Namun sayangnya, serangan argumentasi pun dilayangkan oleh pihak Amerika Serikat. Dalam kesempatan yang sama, salah satu utusan Amerika Serikat yakni Robert Wood mengatakan jika senjata pemusnah yang dimiliki oleh Korea Utara tersebut telah memberikan ancaman bagi seluruh negara di dunia.

“Rudal balistik dan program senjata Korut mendatangkan ancaman hebat bagi seluruh dunia,” kata Wood.

Salah satu yang disoroti Wood adalah persoalan uji coba Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) yang dilakukan oleh Korea Utara. Bagi Wood, langkah negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut telah membuat banyak negara di dunia khawatir.

“Uji-uji coba ICBM-nya baru-baru ini merupakan contoh lain perilaku sembrono Korut yang berbahaya,” pungkasnya.