“Tirta Wening”, Curug Mungil Calon Primadona Baru dari Gunung Ungaran

BERBAGI

BANDUNGAN, Redaksikota – Gunung Ungaran memang masih hijau dengan salah satu lokasi hutan yang terlindungi, begitu pula sumber air yang dikandungnya sehingga menghasilkan air jernih di sungai-sungai sepanjang lereng gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Beberapa kekayaan alam gunung Ungaran adalah terdapat sebuah lereng yang banyak membentuk grojokan atau air terjun. Diantaranya adalah Curug Tirta Wati, Curug Lawe, Curug Benowo, Curug Semirang dan beberapa curug lainnya.

Dan “Curug Tirta Wening” salah satunya yang menjadi pilihannya. Hal ini lantaran curug tersebut memang belum banyak yang terkenal dikalangan masyarakat luar, karena obyek ini memang sedang dalam proses untuk dijadikan obyek wisata alam.

Ketika ditemui oleh awak media, Kepala Desa Munding, Romdhoniyatun menuturkan, bahwa Curug tersebut sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat sekitar saja, namun demikian nama curug tersebut pun belum meluas sekelas curug di Kabupaten Semarang lainnya itu. Bahkan pria yang karib disapa Dhanik tersebut bersama dengan para perangkat desa akan melakukan proses pembangunan desa wisata, dan salah satu objek yang ingin dieksplorasi ke wisatawan dalam dan luar negeri adalah curug Tirta Wening itu.

“Curug ini sangat dekat sebenernya bersingungan dengan warga, mengingat posisi curug yang mudah diakses bahkan saya mengingat betul pada masa muda saya tempat ini sudah sering dijadikan tempat untuk hanya sekedar melepas penat oleh warga,” kata Dhanik.

Ia menambahkan jika saat itu, wisata di dalam negeri belum terlalu menarik seperti sekarang ini, dimana pesona alam nusantara sudah menjadi komoditas wisata nasional yang sangat mengagumkan.

“Berangkat dari hal itu juga, salah satunya yang kemudian tercetus dalam misi kami melalui pemerintah desa mengangkat warisan kecantikan alam desa Munding untuk kami jadikan desa wisata dan Tirta wening salah satunya,” tutur Dhanik.

Dhanik juga menambahkan, bahwa curug Tirta Wening tersebut memang memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi sebagai tempat wisata favorit bukan hanya masyarakat lokal saja, namun justru bisa menjaring masyarakat dunia sekalipun.

Sampling saja, 5 tahun terakhir ini ketika weekend atau akhir pekan dan hari libur lainya tempat ini sangat sering dikunjungi masyarakat, baik dari kelas anak sekolah, kuliah atau masyarat umum. Jadi potensi itu terus lahir dari masa ke masa,” pungkasnya.

Dari faktor inilah, Dhanik pun meyakini jika upaya kerasnya itu akan membuahkan hasil, dimana masyarakat luas akan semakin mengenal dan menjadikan curug Tirta Wening masuk dalam daftar destinasi wisata mereka. Apalagi upayanya itu juga bisa mendatangkan potensi positif bagi ekonomi kerakyatan di lingkungan tersebut.

“Jadi rasa-rasanya akan jadi hal yang sangat baik jika seraya kita menjaga dan melestarikan alam, tapi juga dalam waktu bersamaan dapat berimbas bagi kesejahteraan masayarakat sekitar Curug dan desa wisata,” paparnya

Lokasi Curug Tirta Wening

Perlu diketahui, jika Anda ingin mencapai ke curug Tirta Wening ini, Anda bisa mendatangi sebuah Dusun bernama Cemanggal, Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Posisi Curung ini berada di sela antara dua bukit kembar, yaitu bukit Cemanggal. Curug ini memang masih asri dan belum tersentuh oleh banyak masyarakat.

Lokasi wisata ini sangat menajubkan jika dilihat dari kejauhan. Dari lokasi Curug tersebut berada pun, Anda akan bisa melihat dua buah bukit kembar dengan bentuk terasiring melingkar yang sangat memanjakan mata saat memandang keindahan alam itu.

Kemudian di sekitarnya, Anda bisa menikmati pemandangan alam yang hijau dengan tanaman pangan seperti buah-buahan, sawah dan berbagai macam sayuran.

Tidak hanya sampai di situ saja, seperti sekali mendayung dua pulau terlampui ketika wisatawan datang ke curug dan desa ini, mereka tidak hanya melihat pemadangan yang eksotis saja, akan tapi juga mereka bisa melihat langsung para petani sayuran dan perkebunan di lereng gunung Ungaran, dan bisa berinterkasi dengan masyarakat lokal sekitar desa Munding.

Apalagi memang mayoritas masyarakat di dusun itu berprofesi sebagai petani sayuran dan lainya, daya tarik dan rasa berlibur akan serasa bernilai lebih ketika menikmati alam dan menyatu di dalamnya berbagai dengan keramahan para penduduk lokal dan menikmati etos kehidupan para petani di desa belum lagi wisata desa Munding itu, nantinya akan menawarkan wisata pedesaan Village Tourism.

Memang banyak potensi alam di lereng gunung Ungaran yang belum terpublish. Namun melalui Curug Tirta Wening ini, Dhanik berharap bisa menjadikan potensi alam yang dikunjungi banyak wisatawan, dan tentunya dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Tirta Wening hanyalah satu dari deretan kecantikan alam yang ada di lereng gunung Ungaran khususnya di daerah Bandungan, saya bersama masyarakat akan terus berusaha menjadikan curug ini dikenal oleh masayarat luas dan wisatawan tidak hanya menikmati, tapi lewat program masyarakat sadar wisata saya berharap kesadaram masyarat akan pentinya menjaga alam akan semakin tinggi,” ujarnya.

“Lewat curug ini pula saya berharap perekonomian masyarakat akan meningkat sehingga dapat menaikan nilai kesejahteraan warga,” imbuh Dhanik.

Infrastruktur Wisata

Bak gayung bersambut adanya pembangunan, baik dari sisi infrastruktur dan pembangunan akses maupun lokasi wisata ternyata sangat mendapat dukungan penuh bagi warga. Salah satunya anggota Karang Taruna Desa Munding, Binti R Siswadi (23). Ia mengatakan jika dirinya sangat mendukung rencana yang sudah memasuki tahap pembangunan itu. Hal ini lantaran selain dapat memberikan nilai lebih baik bagi desa, hal itu juga dapat mengangkat kemajuan desa terlebih bagi edukasi ke masyarakat akan pentingnya kesadaran akan pelaku wisata, dan menerapkan sebuah kehiduapan yang selaras dengan harmoni alam manusia Tuhan.

“Saya bahkan temen-temen juga sudah mengetahui akan hal ini dan kurang lebih seperti yang lain bahwa saya sangat support bener ini desa wisata, karena nantinya desa wisata hanyalah satu pintu dimana di dalamnya akan terus ada perkembangan desa baik dari etos pemikiran masyarakat desa dan juga aspek lainya,” kata Binti kepada wartawan.

Ia juga memiliki harapan besar rencana pemerintah daerah untuk menjadikan desa tersebut menjadi desa wisata, yang tentunya memiliki dampak besar yang positif bagi masyarakat sekitar.

“Bisa dibayangkan jika desa wisata ini bener terlaksana dengan baik. Jadi masyarakat tidak hanya jadi bagian dari eofuria wisata nusantara kita sajam tapi juga sebagai pelaku wisata yang dapat memahami potensi warisan alam dan menjaganya agar terjadi kesinambungan kehidupan antara alam manusia dan Tuhan,” ungkapnya

Selaras dengan Binti, salah satu remaja desa Eri Virdasari (21) juga mengindahkan hal itu. Ia mengatakan bahwa bagaimana desa wisata sangat bepotensi besar bagi masyarakat. Dan salah satunya adalah pengelolaan sumber daya alam dan manusia yang baik dan tepat.

“Saya bependapat pentingnya pola pikir ketika kita bisa mengelola sumber daya alam dan manusia itu tidak hanya beraspek dari sosial saja, tapi juga dari sudut lainya ekonomi misalnya,” jata Eri.

Setali tiga uang dengan yang lainnya, bahwa potensi ekonomi kerakyatan juga akan snagat besar terjadi jika benar desa Munding tersebut bisa disulap menjadi desa wisata.

“Ketika sektor pariwisata bisa menjadi komoditas penambahan pendapatkan masyarakat tentu, akan timbul satu sistem saling menjaga di situ, dan dengan itu pula dari aspek perekonomaian masyarakat akan terangkat. Belum lagi pengelolaan sumber daya manusia lewat UKM dan usaha kreatif lainya pasti nilai kesejahteraan masyarakat akan tersokong dengan baik, jadi sangat bagus untuk masyarakat kedepanya,” tegasnya.

[Nkh]