Ramai Propaganda Kelompok Radikal, Google Indonesia Sarankan Publik Jangan Apatis!

"Ketika kita apatis, maka itu jadi jalan besar bagi mereka untuk menyebarkan narasi mereka sendiri," pungkasnya.

BERBAGI

Redaksikota – Public Policy and Government Relations Google Indonesia, Ryan Rahardjo menyampaikan bahwa, maraknya propaganda kelompok ekstreme dan radikal di dunia maya dewasa ini semakin masif lantaran adanya kelompok mayoritas yang justru diam dan cenderung apatis.

“Kelompok minoritas banyak yang vokal melalui media sosial. Dibandingkan kelompok mayoritas yang diam walaupun melihat sesuatu itu salah,” kata Ryan dalam workshop yang digelar oleh Wahid Foundation di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/11/2017).

Maka dari itu, ia pun menyarankan agar masyarakat yang kontra terhadap ekstremisme dan radikalisme tersebut harus lebih banyak bersuara dan tidak apatias.

“Ketika kita apatis, maka itu jadi jalan besar bagi mereka untuk menyebarkan narasi mereka sendiri,” pungkasnya.

Selain itu, upaya propaganda yang digencarkan oleh kelompok tersebut seperti akan terus terjadi. Untuk itu, ia pun memberikan saran agar masyarakat yang kontra pun tidak boleh bosan dan menyerah untuk terus melakukan countering issue dan countering content untuk menyebarkan narasi damai kepada masyarakat.

Hanya saja ia memberikan catatan besar agar konten maupun isu yang dicounter harus tetap faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan merasa lelah dan menyerah untuk melakukan countering. Kalian bisa countering dengan narasi yang lebih komprehensif, faktual dan terpercaya dengan menggunakan literasi dari sumber-sumber yang paham masalah,” tambah Ryan.

Lebih lanjut, Ryan memberikan informasi terkait dengan bagaimana caranya agar masyarakat dapat mengetahui informasi baik tulisan, gambar maupun video sekalipun yang tersebar di internet adalah faktual atau hanya sekedar konten propaganda semata. Caranya adalah dengan menggunakan fitur-fitur yang saat ini dimiliki oleh Google.

“Google punya Google Labs. Banyak fitus di sana, kita bisa cari informasi lebih detail dan spesifik dengan Google Advanced Search. Untuk mencari kebenaran gambar kita bisa gunakan Google Image Search Tools. Dan untuk cek benar enggak video itu, kita bisa gunakan Youtube Video Search,” tutupnya.