Tagih Janji Anies Sandi Selamatkan Teluk Jakarta dari Limbah Sungai, Nelayan Tolak Dijadikan Komoditas Politik

BERBAGI

Jakarta – Ratusan massa mengatasnamakan Nelayan Sadar Lingkungan berunjuk rasa didepan kantor Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan Gambir Jakpus, Selasa (31/10).

Mereka meminta Pemprov DKI untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan pencemaran air laut yang diakibatkan limbah logam berat yang sudah mengendap di dasar laut teluk Jakarta sejak puluhan tahun

“Selamatkan Teluk Jakarta dari pencemaran limbah sungai. Nelayan bukan bahan kepentingan politik pihak tertentu,” ungkap Koordinator aksi Lucky.

Lebih lanjut, Lucky juga menyerukan meminta Pemprov DKI tetap melanjutkan kebijakan normalisasi sungai yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari upaya meminimalisir bertambahnya kemungkinan limbah industri dan rumah tangga yang dibuang ke sungai-sungai yang bermuara ke teluk Jakarta.

“Pemprov DKI harus memberikan bantuan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir teluk Jakarta yang dapat menjadi pengganti sumber penghidupan dikarenakan kondisi air laut yang telah tercemar selama puluhan tahun sehingga ikan yang berada di perairan teluk Jakarta telah tercemar limbah logam berat yang berarti tidak lagi layak konsumsi,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Lucky, Pemprov DKI dibawah komando Anies Sandi didesak untuk segera mengambil kebijakan berkaitan dengan status masyarakat yang tinggal di pesisir teluk Jakarta, agar tidak lagi menjadi bahan kepentingan politik pihak tertentu dan untuk kepentingan politik jangka pendek yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat banyak yang tinggal di pesisir teluk Jakarta.

“Kami menagih janji politik Gubernur yang baru. Kami yang tinggal di pesisir teluk Jakarta menolak dijadikan komoditas Politik,” tandasnya.

Selain menyampaikan orasi-orasinya, para demonstran juga menggelar spanduk dan poster bertuliskan “Stop Limbah Pabrik Dan Limbah Rumah Tangga, Nelayan Pencari Ikan Yang Segar Bukan Bermecuri”.