Akan Gelar Demo Susulan, Kamerad akan Beberkan Skandal Telkom Indonesia

BERBAGI

Jakarta – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) akan kembali menggelar demonstrasi di depan kantor Telkom Indonesia, Selasa (26/8) mendatang.

Demonstrasi yang disebut sebagai “Aksi Penyelamatan Aset Bangsa” digelar untuk meminta Bareskrim Mabes Polri mengaudit forensik terhadap sistem IT PT Telkom Indonesia terkait dugaan pemindahan atau migrasi ilegal 3,5 juta data pelanggan PT Telkom Indonesia sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp 1,2 triliun.

Ketua Presidium Kamerad, Haris Pertama meminta polisi memeriksa dugaan kecurangan bisnis pada saat pelaksanaan proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang hingga saat ini masih menyisakan tunggakan hutang PT Telkom kepada PT Micronics senilai Rp 167 miliar serta berpotensi merugikan negara ratusan miliar rupiah.

“Bareskrim Mabes Polri sudah seharusnya memeriksa Dirut PT Telkom karena ada dugaan kecurangan bisnis ilegal yang berpotensi merugikan negara Rp 1,2 triliun,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (24/9).

Selain itu, Haris mengatakan, ada ​dugaan​ ​tindak​ ​pidana​ ​korupsi​ ​dan​ ​buruknya​ ​kinerja manajemen​ ​PT​ ​Telkom ​Indonesia yang merupakan salah satu aset BUMN tertua di Indonesia tersebut.

Dia menduga ada kejanggalan saat PT Telkom menjadi pemenang tender proyek Pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di Kemenkominfo tahun 2010 lalu.

“Aneh ketika pengadaan armada kendaraan MPLIK yang menjadi tanggungan PT. Geosys Alexindo gagal dilaksanakan dengan dalih tidak mendapatkan kepercayaan sebagai penerima pinjaman pembiayaan,” tandasnya.