Tangkal Radikalisme dan Intoleran, Wahid Foundation Bakal Bangun Kampung Damai di Malang

BERBAGI
Wahid Foundation

Redaksikota – Selain Jakarta dan Klaten, organisasi Wahid Foundation yang dipimpin oleh Yenny Wahid menggelar program Women Participation for Inclusive Society (WISE).

Bekerjasama dengan Un Women, lembaga yang sebelumnya bernama The Wahid Institute tersebut memiliki cita-cita membangun Kampung Damai di bumi Nusantara.

Menurut koordinator wilayah Provinsi Jawa Timur, Andy Irfan, bahwa mayoritas masyarakat di Malang sangat toleran, khususnya di wilayah kelurahan Polehan, Blimbing, Malang, Jawa Timur.

“Di kelurahan Polehan belum merasakan adanya ancaman konflik horizontal yang melibatkan isu agama atau keberagaman. Bahkan lurah setempat menyebut kelurahan Polehan menjadi desa yang sangat damai dan tiap individu saling menghormati,” kata Andy saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di kelurahan Polehan, kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (7/9/2017).

Dengan mengawali dibentuknya Kampung Damai di desa tersebut, Andy memandang bahwa program tersebut akan mudah berjalan dengan mengawali pembentukan lembaga usaha yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, yakni Koperasi Cinta Damai (KCD).

Jika hal ini berjalan, maka pesan perdamaian yang memang difokuskan dilakukan dari kalangan perempuan khususnya ibu-ibu akan bisa dibuild dengan baik. Apalagi memang program tersebut juga diinisiasi lantaran adanya upaya penyebaran paham intoleran dan radikal di seluruh pelosok nusantara.

“Program pembentukan Kampong Damai yang melibatkan peran serta perempuan ini sendiri, dilatari oleh merebaknya aksi-aksi intoleransi, di mana tidak jarang perempuan terlibat di dalamnya,” tukasnya.

Andy juga menekankan bahwa sangat tidak dibenarkan paham radikal dan intoleran berkembang di Indonesia. Namun karena geliat-geliat perkembangannya semakin masif, pencegahan pun harus diupayakan semaksimal mungkin.

“Keberadaan intoleransi tentu tidak bisa dibiarkan, karena hal ini berpotensi besar meruntuhkan kebesaran Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menghargai perbedaan. Karenanya, upaya menebar pesan dan gerakan damai perlu terus dilakukan,” tegasnya.

Langkah konkret dari program tersebut adalah pembentukan sebuah koperasi yang digerakkan oleh masyarakat di Kampung Damai tersebut. Wahid Foundation pun akan berupaya melakukan pendampingan dan pelatihan sampai program tersebut pun bisa berjalan secara mandiri.

Sehingga masyarakat khususnya kaum ibu di desa Polehan tersebut bisa saling berwirausaha, hingga mampu mandiri secara ekonomi.

“Untuk menjamin efektifitas program ini, Wahid Foundation juga membekali kaum perempuan dengan ketrampilan wirausaha, salah satunya dengan mendirikan Koperasi Cinta Damai (KCD),” terangnya.

Lebih lanjut, Andy juga menyakini dengan pembentukan koperasi cinta damai di Kampung Damai, serta pendampingan dan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat, maka upaya penekanan upaya masuknya intoleransi dan penyebaran paham perdamaian akan sangat mudah terjadi.

“Pembangunan masyarakat dari sisi ekonomi dipandang efektif untuk meningkatkan kohesi sosial. Karenanya masyarakat perlu untuk dikuatkan bukan saja dari sisi ideologi, tetapi juga dari sisi ekonomi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa Wahid Foundation yang bekerjasama dengan UN Women sedang mengupayakan terbentuknya Kampung Damai di Indonesia. Program tersebut akan diawali di beberapa kota yakni Malang, Bogor dan Klaten.

Upaya besar yang berada dalam induk program WISE ini akan menyasar perempuan dalam membangun perdamaian.

Untuk mewujudkan ini, perempuan tidak hanya akan dibekali dengan informasi yang baik, tetapi juga pelatihan dan pendampingan dalam bidang perekonomian.