Anggota DPD RI Minta Pemerintah Subsidi PDAM

BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – Anggota DPD RI, Parlindungan Purba meminta pemerintah memberikan subsidi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di Indonesia.

Pasalnya, kata Parlindungan Purba, banyak PDAM yang tidak sehat gara-gara kekurangan modal.

Hal ini ditegaskan Parlindungan Purba saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Selasa (25/7/2017) yang diterima oleh Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Delviyandri dan Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut, Jumirin.

Parlindungan Purba yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite II DPD RI datang ke Kantor PDAM Tirtanadi Sumut untuk meminta masukan dari PDAM Tirtanadi Sumut sebagai salah satu PDAM sehat di Indonesia.

Parlindungan mengaku selama ini menerima keluhan dari masyarakat tentang PDAM Tirtanadi, termasuk masalah kenaikan tarif air.

Oleh karena itulah, kata Parlindungan, dirinya meminta masukan dari PDAM Tirtanadi Sumut terkait apa masalah dan program PDAM Tirtanadi Sumut ke depan.

Parlindungan Purba juga meminta daerah harus berperan aktif, harus ada anggaran visibility studi (studi kelayakan) singkat, harus ada transparan dan juga penyediaan air baku, karena PDAM bukan menghasilkan air, tapi mengolah air, jadi harus ada air baku.

Tentang kenaikan tarif air yang baru disesuaikan PDAM Tirtanadi, Parlindungan minta penggunaan dananya harus betul-betul untuk meningkatkan pelayanan dan pastinya harus transparan.

Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Delviyandri memaparkan tentang kenaikan tarif air rata-rata 30 persen mulai Mei 2017.

Disebutkan Delviyandri, terakhir PDAM Tirtanadi Sumut melakukan peninjauan tarif sesuai Permendagri pada tahun 2006 dalam rangka Full Cost Recovery (FCR), peningkatan tarif harus mampu menutupi biaya-biaya yang ada.

Artinya, sebut Delviyandri, semua pendapatan harus dapat menutupi biaya operasional dan juga investasi.

“Kalau tidak melakukan peningkatan tarif, maka FCR tak bisa dilakukan,” katanya. (K-10)