PDAM Tirtanadi Sumut Bukan Perusahaan Business Oriented Tapi Perusahaan Social Oriented

BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara merupakan perusahaan yang bersifat social oriented, bukan perusahaan yang bersifat business oriented, sehingga PDAM Tirtanadi Sumatera Utara tidak bisa semena-mena dalam membuat aturan, apalagi dalam menyesuaikan tarif air.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Zulkifli Lubis saat melakukan kegiatan Sambung Rasa Pelanggan sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum kepada masyarakat pelanggan air minum di Kantor Lurah Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (20/4/2017).

Disampaikan Zulkifli, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara membuat penerapan tarif terjangkau untuk standar kebutuhan pokok air minum yang telah disesuaikan dengan kemampuan membayar pelanggan yang berpenghasilan sama dengan upah minimum provinsi serta tidak melampaui 4 persen.

Sementara untuk kualitas air yang dihasilkan, kata Zulkifli, telah sesuai berdasarkan Permenkes Nomor 4 Tahun 1992 tentang Mutu.

Pada kesempatan itu, Zulkifli menjelaskan bahwa untuk memberikan pelayanan prima terhadap kebutuhan air bersih kepada masyarakat, seluruh perusahaan daerah air minum (PDAM) di Indonesia haruslah ‘sehat’, termasuk PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Oleh sebab itu, kata Zulkifli, agar seluruh PDAM ini ‘sehat’, maka tarif yang diterapkan kepada pelanggan haruslah sesuai dengan kondisi yang ada sekarang.

Untuk penyesuian tarif yang akan diberlakukan nantinya, sebut Zulkifli, PDAM Tirtanadi Sumut melakukannya beradasarkan Permendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Zulkifli menyampaikan, dalam hal operasional, pihaknya membutuhkan anggaran dana yang cukup besar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA).

“Ditahun 2017 ini, kita mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar yang digunakan untuk pembangunan IPA Sunggal, Deli Tua, Medan Denai, TLM, IPA Paket Pancur Batu, yang nantinya akan menghasilkan 1.380 liter per detik air bersih. Air bersih yang dihasilkan itu nantinya yang disalurkan kepada masyarakat pelanggan Tirtanadi,” ujarnya.

Zulkifli juga mengungkapkan untuk pembangunan IPA tersebut, pihaknya juga sangat berharap biaya operasional lainnya yang berasal dari pelanggan.

Acara ini dihadiri Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, Heri Batangari Nasution, dan aparatur pemerintahan Kecamatan Medan Labuhan serta masyarakat pelanggan di Kecamatan Medan Labuhan. (K-10)