PDAM Tirtanadi Naikkan Tarif 30 Sen Per Liter

BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – Penyesuaian tarif air yang dilakukan PDAM Tirtanadi Sumatera Utara berkisar 30-38 sen untuk semua kelompok pelanggan. Dan demikian disampaikan Ketua Tim Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Zulkifli Lubis dalam acara Sambung Rasa sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum di Kantor Camat Medan Maimun, Selasa (18/4/2017).

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut, Arif Haryadian, Kepala Divisi Informasi Manajemen, Cece Harahap yang juga bertindak selaku moderator, serta akademisi Jauharis Lubis dan Kepala Seksi Pemerintahan Riswanuddin Nasution mewakili Camat Medan Maimun.

Menurut Zulkifli Lubis, PDAM Tirtanadi akan mulai memberlakukan penyesuaian tarif untuk semua kelompok pelanggan, besarannya berkisar 30-38 sen per liter.

“Usulan penyesuaian tarif itu sudah disetujui oleh Gubernur pada Desember 2016, dan baru akan mulai diberlakukan bulan depan,” tutur Zulkifli.

Terkait rencana penyesuaian tarif itu sejak 2 pekan terakhir PDAM Tirtanadi gencar melakukan sosialisasi ke 21 Kecamatan di Kota Medan.

Direktur Administrasi dan Keuangan Ir Arif Haryadian menjelaskan, PDAM Tirtanadi yang berdiri sejak tahun 1905, hingga kini sudah berusia 112 tahun.

“Banyak pipa yang berusia lanjut yang perlu pemeliharaan. Selain itu Tirtanadi juga butuh biaya operasional karena biaya operasional tidak ditanggung APBD. Karena itulah penyesuaian tarif perlu dilakukan untuk kelangsungan operasional Tirtanadi,” sebut Arif.

Arif menjelaskan penyesuaian tarif air dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 tahun 2016.

Penyesuaian tarif, menurut Arif, sesuai Permendagri Nomor 71 tahun 2016 juga tidak melebihi 4 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP) dimana pada tahun 2017 diketahui UMP Sumut juga mengacu pada angka inflasi di daerah tersebut.

Arif mencontohkan kenaikan tarif air untuk kelompok Rumah Tangga (RT) Kelas 2, kenaikan berkisar 1.63 sen per liter.

Artinya, jika pemakaian air per bulan sebesar 10 kubik maka biaya yang harus dibayarkan Rp16.300. Dan jika pemakaian 20.000 kubik biayanya Rp48.800.

Acara sosialisasi itu juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan keluhan mulai dari kualitas air yang buruk hingga distribusi yang kurang lancar. (K-10)