Ingin Pidanakan Rakyat Keluhkan Kenaikan TDL, Sofyan Basir Dinilai Tak Berpendidikan

BERBAGI

Redaksikota – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, Muhammad Asep Saefullah menyindir keras Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir terkait dengan statemennya yang menyinggung soal keluhan rakyat, tentang kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 watt.

Menurut Asep, statemen Sofyan Basir yang justru menyalahkan rakyat terbilang arogan dan tidak terdidik sama sekali.

“Bagi saya, Sofyan Basir selaku Dirut PLN sangatlah arogan dan tidak manusiawi. Beliau kan orang yang terdidik, harusnya bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat secara santun, bukan malah menyalahkan rakyat jelata dan apa-apa langsung pidana,” kata Asep dalam keterangannya kepada Redaksikota, Kamis (15/6/2017).

Bukan hanya itu saja, Asep pun menantang Sofyan untuk menunjukkan data valid dan transparan terkait dengan penggunaan listrik 900 watt, bukan hanya sebatas bicara saja.

“Kalau mau fair, Hadirkan data yang valid kalau memang TDL 900 watt itu tidak tepat sasaran, sampaikan kepada masyarakat dengan baik. Kita butuh transparansi, Mana data-data nya, hadirkan dong kalau berani,” tantangnya dengan geram.

Kemudian terkait dengan statemen Sofyan yang mengancam akan memperkarakan hukum kepada rakyat yang mengeluhkan TDL tersebut. Asep pun menilai jika statemen semacam itu tidak pantas disampaikan sekaliber Dirut perusahaan plat merah, yang hasil produksi perusahaan tersebut juga bersentuhan langsung dengan rakyat kelas menengah ke bawah.

“Cobalah elit, pemimpin itu bikin statement yang bagus, yang tidak bikin rakyat ketakutan. Berempatilah pada orang yg susah. Lebih bijak, lebih humanis,” pungkas Asep.

Lebih lanjut, Asep pun menilai reaksi spontan rakyat yang mengeluhkan tentang TDL yang dianggap mereka memberatkan justru sah dan wajar saja. Namun menjumpai keluhan rakyat semacam itu, Asep pun menilai seharusnya sekelas Sofyan dengan jabatan tingginya itu mampu mengkomunikasikan dengan baik, sehingga tidak memicu air bertambah keruh.

“Apa salah jika Sofyan Basir memberikan keterangan tentang kenapa TDL itu harus dihapuskan/dialihkan? Apa salah mereka-mereka yang menyampaikan pesan di media sosial itu menyampaikan keluhan sesuai dengan kemampuan bahasanya?,” tukas Asep.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir, kesal disebut-sebut telah menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Langkah hukum akan ditempuh bagi pihak yang menyebarkan informasi ini.
Sofyan menegaskan tidak ada kenaikan, ia hanya menyampaikan bahwa yang sedang dilakukan adalah mencabut subsidi pengguna 900 watt karena dianggap tidak tepat sasaran. Karena menurutnya, banyak pengguna 900 watt adalah orang yang mampu, seperti pengusaha kos-kosan, tetapi justru menikmati subsidi.

Atas dasar argumentasinya itulah, lanjut Sofyan, subisidi dialihkan ke pengguna 450 watt yang menurutnya merupakan golongan miskin yang layak mendapat subsidi dari pemerintah.

Namun ia merasa aneh, justru yang berkembang terutama di media sosial, jika TDL telah yang dinaikkan oleh pemerintah.

Saking kesalnya itu, Sofyan pun berencana melakukan upaya hukum bagi penyebar informasi yang menurutnya salah tersebut.

“Itu sesuatu yang aneh sekali menurut saya isu di medsos ini. Ini mendiskreditkan. Pada saatnya mungkin kami akan ke ranah hukum,” kata Sofyan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Sofyan menilai, kabar kenaikan TDL yang diembuskan adalah fitnah. Apalagi pencabutan subsidi ini, menurutnya, sudah melalui persetujuan dengan DPR. Maka dari itu, lanjut Sofyan, institusinya perlu menempuh langkah hukum.

“Kami akan ke ranah hukum, minta bantuan dari aparat hukum untuk meneliti ini. Karena takut ada unsur kesengajaan kan,” katanya.¬†