BERBAGI

Redaksikota – Pada hari Senin (5/6/2017) kemarin, netizen sedang ramai-ramainya membahasa tentang sikap perusahaan PT Indosat Ooredoo Tbk yang menindak tegas salah satu pegawainya yang mengunggah status di sosial medianya.

Bahkan di situs microbloging Twitter, tagar #BoikotIndosat pun menjadi tranding topic selama beberapa jam. Pelbagai komentar miring tentang Indosat pun disampaikan Netizen, mulai dari perusakan simcard hingga imabuan agar masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak menggunakan layanan perusahaan provider telekomunikasi itu.

Mendapati reaksi keras dari netizen hingga menjadi viral di sosial media itu, perusahaan yang dipimpin oleh Alexander Rusli ini pun memberikan pernyataan sikapnya terkait dengan peristiwa tersebut.

Dalam siaran persnya itu, Indosat Ooredoo menegaskan jika pihak perusahaan tidak ingin ikut campur dalam urusan apapun yang diakibatkan oleh kelalaian karyawannya. Salah satunya adalah dalam unggahan-unggahan di sosial media pribadi, karena apapun dampak dari konten di sosial media tersebut menjadi tanggung jawab penuh pemilik akun.

“Perusahaan menghargai hak setiap pegawai dalam berpendapat, maupun menyalurkan aspirasi politik. Setiap pendapat pribadi dan aspirasi politik pegawai, merupakan tanggung jawab dan hak pribadi masing-masing, termasuk pengungkapan dan penyebarannya di sosial media,” tulis rilis resmi Indosat.

Hanya saja, sebagai perusahaan sekaliber Indosat, mereka memberikan catatan penting bagi para karyawannya untuk tetap menjaga etika dan kaidah yang ada di Indonesia, termasuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

Namun patut diketahui bahwa hal tersebut harus sesuai dengan etika, peraturan dan perundangan yang berlaku serta mendukung persatuan masyarakat dan berbangsa,” sambungnya.

Kemudian Indosat kembali menegaskan jika pihak perusahaan mempersilahkan upaya penyampaian pendapat dan aspirasi politik oleh pegawainya di sosial media masing-masing namun tetap apapun konsekuensinya merupakan hak dan tanggungjawab individu bersangkutan, serta tidak ada kaitannya dengan sikap perusahaan.

Namun perlu digaris bawahi lagi oleh para karyawan, bahwa Indosat selalu mengimbau para karyawan untuk selalu bijak dalam bersosial media. Karena dalam perjanjian kerja pun sudah tersampaikan poin penting itu.

“Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan pedoman internal perusahaan secara tegas melarang pegawai untuk menyebarkan konten atau informasi yang bersifat provokatif atau menghasut,” pungkasnya.

Pegawai Indosat Ooredoo juga tidak diperbolehkan mengatasnamakan perusahaan dan memakai atribut perusahaan dalam bentuk apapun saat mengemukakan opini pribadi di sosial media, maupun pada saat melakukan kegiatan politik,” lanjut Indosat.

Diketahui, hebohnya serangan terhadap PT Indosat Ooredoo Tbk ini muncul saat seorang staf yang dikabarkan merupakan Manajer Business Inteligent & Reporting PT Indosat Ooredoo Tbk bernama Riko M Ferajab dikabarkan dipecat oleh perusahaan, lantaran status-status di Facebooknya yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintahan.

Apalagi pasca berbagai komentar-komentar Facebooknya itu diunggah oleh pemilik akun @ulinyusron dan berhasil menjadi viral di jagat sosial media itu.

“Riko M Ferajab, Manajer Business Inteligent & Reporting Indosat, status FBnya jg penuh caci maki pada pemerintah Jokowi & pemuja intoleransi,” tulis @ulinyusron pada hari Sabtu, (3/6/2017).

Dalam positingannya juga, Ulin Yusron pun menyebutkan jika status-status Riko kini sudah tidak bisa diakses lagi melalui sosial medianya. Pasalnya, pasca dipanggil pihak manajemen perusahaan, Riko kini sudah menutup semua akun sosial medianya, baik akun Twitter, LinkedIn, termasuk juga akun Facebooknya yang menjadi cikal-bakal dirinya diproses oleh perusahaan itu.

“Riko M Ferajab, Manajer Business Inteligent & Reporting Indosat tapi Facebooknya penuh kebencian. Setelah dipanggil HRD FBnya dimatikan,” tulis Ulin Yusron lagi.

Memang dalam postingannya di akun Facebook tersebut, Riko tampak sekali mengunggah konten-konten yang dianggap berpihak kepada imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab.

“Semoga Allah SWT berkenan utk mengamanahkan kekuasaan kepada Habib agar bisa menegakkan keadilan negeri ini dg seadil2nya. Dan segera menyeret orang2 zalim yg sesat ini berkuasa, serta siapa pun yg punya andil dlm kriminalisasi para ulama dan fitnah2 thd umat Islam, hingga ke pengadilan dan tiang gantungan. #PSHSfor2019 #KamiBersamaHRS,”” tulis Riko pada hari Selasa (30/5/2017) pukul 06.13 WIB.

Ia juga memberikan komentar tentang kondisi pemerintahan di bawah komando Presiden Joko Widodo. Riko memberikan penilaian jika rezim Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla merupakan rezim yang paling busuk.

“Rezim ini akan tercatat sbg rezim paling busuk dlm sejarah perpolitikan Indonesia,” tulisnya pada hari yang sama pukul 05.44 WIB.

Ditambah lagi, penindakan tegas manajemen perusahaan pun juga dikuatkan dengan statemen sang CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli. Melalui akun twitter pribadinya, Rusli membalas komentar netizen di kolom kicauan Ulin Yusron, bahwa perusahaan sangat tidak memberikan toleransi terhadap pegawai yang dinilai anti terhadap NKRI.

“Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI,” kicau @alexanderrusli, Sabtu (3/6/2017).

Dari situlah kemudian menjadi viral di kalangan netizen dan terbitlah tagar #BoikotIndosat dan menjadi VIRAL.