BERBAGI
hiburan malam
*ilustrasi

Redaksikota – Demi menghormati kekhidmatan bulan suci Ramadhan, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Banten, mengharapkan agar sepanjang bulan Ramadhan agar tempat hiburan tutup alias tidak mengoperasikan usahanya itu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Tangeran, Ues Nawawi Ghofur. Ia mengatakan jika seharusnya para pengusaha tempat hiburan malam sadar diri untuk menghormati bulan Suci Ramadhan, sehingga tidak perlu adanya upaya penutupan paksa, baik dari aparat maupun warga.

“Pengusaha agar memiliki kesadaran sendiri, bila tidak khawatir ada tindakan warga untuk menutup secara paksa,” kata Ues Nawawi Ghofar di Tangerang, Minggu (28/5/2017).

Ues mengatakan tempat hiburan itu merupakan sumber kegiatan negatif dan dapat membuat masyarakat menjadi resah. Bahkan terkait dengan upaya dari Pemkab Tangerang untuk melarang pengusaha hiburan beroperasi selama Ramadan dengan buat surat edaran, ia mengatakan jika pihaknya sangat menyambut baik.

Bahkan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar telah memerintahkan intansi terkait terutama Satpol PP untuk menutup tempat hiburan jika buka selama puasa. Pun jika sampai ada yang tetap nekad melakukan operasional usaha mereka, Satpol PP diberikan wewenang untuk melakukan penyegalan paksa bahkan sampai hingga penutupan permanen usaha tersebut.

“Harus menghargai dan menghormati umat yang sedang menjalani ibadah dan menjaga toleransi, ini sangat berguna untuk menjaga ketentraman,” katanya.

Sejumlah tempat hiburan beroperasi di Kabupaten Tangerang, seperti panti pijat, karaoke, diskotik, rumah biliar maupun sauna.

Tempat hiburan itu mayoritas di ruko seperti Kecamatan Kelapa Dua, Kosambi, Pagedangan, Panongan, Cikupa maupun di Kecamatan Balaraja.

Ues mengharapkan pengusaha hiburan untuk menahan diri tidak membuka usaha karena khawatir tindakan anarkis akibat telah meresahkan penduduk sekitar.

“Kami tidak menginginkan ada kegaduhan selama puasa, tapi diharapkan pengusaha dapat menjaga supaya saling menghormati,” katanya.

Hal tersebut karena di tempat hiburan itu diduga sebagai tempat transaksi dan peredaran narkoba serta obat terlarang lainnya.

Demikian pula di tempat hiburan biasanya dijual aneka mininuman keras berbagai merek sehingga berdampak pengunjung mabuk-mabukan.

Sebelumnya, aparat Polresta Tangerang, memusnahkan sebanyak 21.352 botol minuman keras berbagai merek dengan cara digiling mengunakan alat berat.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Asep Edi Suheri mengatakan ada juga sebanyak 10 kg ganja dan 30.000 papan obat keras merek tramadol dan eksimer yang dapat memabukan bila dikonsumsi.

Beberapa tokoh masyarakat dan ulama di Kabupaten Tangerang turut menghadiri prosesi pemusnahan narkoba dan minuman keras itu.