BERBAGI

Redaksikota – Momentum memalukan telah dialami oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael “Mike” Pence. Betapa tidak, saat dirinya maju ke podium dan hendak menyampaikan sambutan dan orasi ilmiahnya, ratusan Mahasiswa yang merupakan wisudawan dari Notre Dame University, South Bend, Indiana malah meninggalkannya begitu saja.

Usut punya usut, ternyata sikap yang dilakukan oleh para Mahasiswa tersebut merupakan bagian dari bentuk protes mereka atas berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Total ada kurang lebih 150 mahasiswa yang walkout (WO) begitu Pence memulai pidatonya. Mereka keluar tanpa bersuara.

”Ini adalah bentuk solidaritas terhadap mereka yang terdampak kebijakan pemerintahan Trump dan pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Cassandra Dimaro, salah seorang mahasiswa yang ikut aksi. Topi wisudanya dikelilingi garis sewarna pelangi yang melambangkan dukungan terhadap kelompok LGBT, Minggu (21/5/2017).

Mahasiswa lain melakukan hal serupa, entah itu berupa tali ataupun gambar yang ditempel di topi masing-masing. Ada pula yang menempelkan bendera AS secara terbalik seperti simbol protes yang sering digunakan saat perang Vietnam dulu. Mereka tidak hanya memperjuangkan hak-hak LGBT, tapi juga kebijakan larangan masuk terhadap penduduk 7 negara mayoritas muslim yang diterapkan oleh Trump.

Universitas Katolik yang paling terkemuka di Indiana itu sudah mengantisipasi aksi tersebut. Sebab, sebelum acara wisuda, salah satu perwakilan mahasiswa mengirimkan surat kepada rektor. Intinya meminta untuk tidak mengundang Trump ataupun perwakilannya. Karena itulah, saat ratusan mahasiswa tersebut keluar ruangan, pihak kampus tidak berusaha menghentikan. Sekitar 2 ribu mahasiswa lain yang juga diwisuda memberikan sikap beragam. Ada yang bertepuk tangan tanda mendukung, ada pula yang mengejek.

(*)