BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – Tahun 2017 ini PDAM Tirtanadi Sumatera Utara berencana membangun pengelolaan sumber air baru di Desa Peceren, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

“Masalah paling berat adalah sumber air. Memang disini (Berastagi-red) memiliki mata air, tapi letaknya di lembah yang rawan longsor,” kata Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Delviyandri dalam acara Sambung Rasa Pelanggan sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Tarif di Aula Kantor Camat Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa (25/4/2017).

Delviyandri mengungkapkan, selama ini sumber air yang ada diambil dari Lau Melas berkapasitas 50 liter/detik, setengahnya didistribusikan ke Kabanjahe dan 50 persen lagi didistribusikan ke Berastagi.

Disampaikan Delviyandri, menara air milik PDAM Tirtanadi tidak sanggup menyuplai air ke Desa Peceren, dikarenakan letak geografis yang tinggi.

Berbeda dengan daerah Sibolangit yang airnya bisa mengalir secara gravitasi.

“Untuk menambah pasokan air kepada masyarakat Kota Berastagi, maka dibangun pengelolaan sumber air baru di Desa Peceren kapasitas 37 liter/detik. Tentu ini memerlukan biaya, maka kami harus melakukan penyesuaian tarif air,” ujar Delviyandri.

Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut, Arif Haryadian menyadari bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk pelanggan yang ada di Kota Berastagi, Kabupaten Karo.

“Melalui sambung rasa ini, kami meminta kritik dan saran dari masyarakat untuk segera kami benahi. Untuk itulah kami turun kemari,” ujar Arif.

Pada kesempatan itu, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara juga menyerahkan dana CSR kepada masyarakat Desa Sempa Jaya (Peceren) Kecamatan Berastagi.

Dana CSR tersebut diserahkan oleh Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Berastagi, Asnan Daulay dan diterima Kepala Desa Sempa Jaya, Meliala Purba sebagai kompensasi penggunaan sumber air di Desa Sempa Jaya yang nantinya akan digunakan untuk berbagai kepentingan di Desa Sempa Jaya. (K-10)