BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – Pipa yang dimiliki PDAM Tirtanadi Sumatera Utara dan masih tetap dipakai hingga saat ini adalah pipa peninggalan pada zaman Belanda.

Ketua Tim Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumut, Zulkifli Lubis mengatakan, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara berdiri pada tahun 1905 sehingga sampai sekarang PDAM Tirtanadi masih menggunakan pipa peninggalan zaman Belanda tersebut.

“Kini di Medan ada 15 cabang, termasuk Sibolangit dan di zona 2 di luar Medan ada 6 cabang,” ujar Zulkifli Lubis, Jumat (21/4/2017) saat melakukan Sambung Rasa Pelanggan sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum di Aula Kantor Lurah Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

Oleh karena itu, ungkap Zulkifli, program PDAM Tirtanadi tahun 2017 ditargetkan menambah 1.380 liter/detik dengan biaya Rp320 miliar.

Biaya sebesar Rp320 ini, sebut Zulkifli, dipergunakan untuk uprating IPA Sunggal berkapasitas 400 liter/detik dengan biaya Rp65 miliar, Uprating IPA Delitua berkapasitas 300 liter/detik berbiaya Rp35 miliar.

Kemudian, kata Zulkifli, pembangunan IPA Medan Denai berkapasitas 240 liter/detik berbiaya Rp66 miliar, pengembangan IPA TLM berkapasitas 400 liter/detik berbiaya Rp144 miliar dan pembangunan IPA Paket Pancurbatu berkapasitas 40 liter/detik berbiaya Rp10 miliar.

“Ditargetkan tahun ini sudah mengalir airnya, karena 26 persen warga Medan belum terlayani air bersih,” tegas Zulkifli.

Kadiv Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut, Tauhid Ichyar menambahkan, kenaikan tarif sangat kecil, dari Rp1 per liter menjadi Rp1,36 per liter. (K-10)