BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara harus menjadi perusahaan yang sehat, agar bisa memberikan pelayanan yang baik dan prima kepada masyarakat pelanggan air.

Kalau PDAM Tirtanadi Sumatera Utara tidak sehat, kata Ketua Tim Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumut, Zulkifli Lubis, maka PDAM Tirtanadi tidak bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pelanggan.

“Hal inilah yang menyebabkan perlunya PDAM Tirtanadi Sumut melakukan penyesuaian tarif air,” kata Zulkifli Lubis dalam acara Sambung Rasa sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air kepada masyarakat pelanggan di Kantor Camat Medan Sunggal, Selasa (18/4/2017).

Penyesuaian tarif air ini berlaku mulai pemakaian April 2017 atau untuk pembayaran Mei 2017, sehingga PDAM Tirtanadi melakukan sosialisasi secara bertahap tentang penyesuaian kenaikan tarif ini kepada pelanggan.

Dalam hal operasional, kata Zulkifli, PDAM Tirtanadi membutuhkan anggaran dana yang besar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Program 2017, sebut Zulkifli, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar untuk membangun IPA Sunggal, IPA Delitua, IPA Medan Denai, IPA TLM dan IPA Paket Pancur Batu yang nantinya akan menghasilkan 1.380 liter/detik air bersih.

Selain dana penyertaan modal dari Pemprovsu, sebut Zulkifli, PDAM Tirtanadi Sumut juga sangat berharap dari operasional lainnya yang berasal dari pelanggan sendiri.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Heri Batangari memaparkan, dalam menyikapi keluhan pelanggan, PDAM menggunakan sistem online untuk sambungan baru bagi pelanggan untuk menghindari praktek calo dan mengantisipasi oknum nakal yang memanipulasi rekening pelanggan. (K-10)