BERBAGI

Redaksikota – Perusahaan raksasa internet asal Amerika Serikat (USA), Google akan segera menyelesaikan masalah pajak tahun 2015 dalam waktu dekat.

Hal ini pun disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv. Ia mengatakan, jika pembayaran kewajiban pajak 2015 oleh Google di Indonesia kemungkinan terjadi pada bulan Maret atau April tahun ini.

“Khusus Google Maret selesai, langsung pembayaran. Kalau tidak ya April lah,” ucap dia, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (17/3/2017).

Haniv juga menyebut jika pihak Google Indonesia sendiri sudah menyepakati kepastian pembayaran pajak yang sempat menjadi polemik panas antara perusahaan teknologi informasi tersebut dengan pemerintah Indonesia.

Bukan hanya pajak tahun 2015 saja yang akan dibayar, Hanvi juga mengatakan jika pihaknya pun akan meminta kepada Google untuk penyelesaian kewajiban pajak mereka untuk 2016.

Hanya saja Haniv menolak menyebutkan sebenarnya berapa besar jumlah pajak yang harus dibayar oleh Google kepada pemerintah Indonesia melalui Dirjen Pajak.

“Mengenai jumlah itu rahasia, yang penting dia (Google) bayar, dan jumlahnya tidak kecil,” tambah dia.

Menurut catatan Dirjen Pajak, Google di Indonesia telah terdaftar sebagai badan hukum dalam negeri di KPP Tanah Abang III dengan status sebagai Penanam Modal Asing (PMA) sejak 15 September 2011 dan merupakan dependent agent dari Google Asia Pacific Pte Ltd. di Singapura.

Dengan demikian, menurut Pasal 2 Ayat (5) Huruf N Undang-Undang Pajak Penghasilan, Google seharusnya berstatus sebagai badan usaha tetap (BUT) sehingga setiap pendapatan maupun penerimaan yang bersumber dari Indonesia dikenai pajak penghasilan.

Namun, Google menolak adanya pemeriksaan pajak lebih lanjut dari otoritas pajak Indonesia dan tidak mau adanya penetapan status sebagai BUT, padahal pendapatan Google dari Indonesia mencapai triliunan rupiah, terutama dari iklan.