BERBAGI
Sarief Saefulloh

Kebijakan Donald Trump tentang pembatasan Imigran Muslim tidak beralasan kuat melindungi rakyat amerika dari ekstrimisme dan radikalisme. Justru kebijakan ini sangat politis dan tidak mendasar, hampir seluruh kebijakannya bertentang dengan kebijakan yg telah dikeluarkan presiden-presiden AS sebelumnya khususnya Barack Obama.

Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia sepatutnya Trump mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan yg telah melekat pada rakyat amerika bukan malah mencederainya.

Kepemimpinan yang telah genap 2 pekan menjabat sebagau Presiden AS sepatutnya menjaga perdamaian global dengan tidak mengeluarkan kebijakan otoritatif yang memicu terjadinya konflik international.

“Kebijakan ini akan memunculkan banyak sekte dan ekstrimisme keagamaan, tidak hanya itu kerukunan beragamapun akan lekat dengan radikalisme dan itu berbahaya jika dibiarkan liar bisa menimbulkan konflik panjang” Negeri Paman Sam diprediksi akan mengalami instabilitas nasional dan posisi AS terancam di dunia global,

Berikut beberapa analisa jika kebijakan pembatasan Trump dilanjutkan:

1. Secara politis, posisi AS di dunia akan terancam terkhusus negara2 muslim. Hal tersebut telah dibuktikan munculnya kecaman dari OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yg terdiri dari negara-negara muslim
2. Secara sosiologis, Trump telah mencederai nilai-nilai agung demokrasi dan kemanusiaan, negera demokrasi terbesar di dunia akan mengalami konflik nasional berkepanjangan atas kebijakan Trump yg di nilai tidak demokratis. Kecaman tersebut muncul dari berbagai kalangan seperti masyarakat sipil, birokrat, penegak hukum hingga pejabat-pejabat di negara-negara bagian Amerika. Jika ini dibiarkan Muslim di Amerika akan terancam hilang, dan perang agama akan sulit di hentikan, contoh: Mesjid di Mexico yg sengaja dibakar oleh kelompok ekstrimis agama tertentu.
3. Secara ekonomi kebijakan Trump sangat mempengaruhi perekonomian Amerika, jika terjadi instabilitas nasional dan konflik global berkepanjangan, AS terancam akan mengalami krisis ekonomi, dengan penurunan daya jual nasional, ekspor dan investasi melonjak turun dan lain-lain.
4. Secara demokrasi, alasan Trump mengeluarkan kebijakan pembatasan Imigran Muslim tidak mendasar dan kuat muatan politis. kebijakan tersebut menentang segala tidakan presiden sebelumnya yaitu Barack Obama yang menurutnya terlalu ikut campur dalam kehidupan radikalisme dan terorisme di negera-negara konflik khususnya timur tengah (7 negara) yang telah memakan banyak korban militer, keuangan negara dan mengancam keamanan rakyat Amerika
5. Secara ideologis, Kebijakan Trump akan Kebijakan ini akan memunculkan banyak sekte dan ekstrimisme keagamanan, tidak hanya itu kerukunan beragamapun akan lekat dengan radikalisme dan itu berbahaya jika dibiarkan liar bisa menimbulkan konflik di negara2 timur tengah (7 negara)

Dengan pertimbangan diatas, sesungguhnya kebijakan Trump sangat tidak mendasar dan merugikan negaranya sendiri, Trump perlu mengkaji ulang kebijakannya agar Amerika tidak terancam di dunia global dan posisinya sebagai Presiden AS.

Sebagai negara yang menjungjung Toleransi dan persamaan sejatinya Trump mampu menjaga nilai luhur demokrasi, memberi perlindungan dan keamanan secara adil dan menghindari konflik keagamaan yg berujung pada perpecahan.

Penulis
Vice President AMSA (Asean Muslim Students Association)
Sarief Saefulloh.