Mensos Punya Solusi Rehabilitasi LGBT Dengan Direbus Air Panas

Mensos Punya Solusi Rehabilitasi LGBT Dengan Direbus Air Panas

SHARE

REDAKSIKOTA, Redaksikota – Menteri Sosisal Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa akan merehabilitasi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal itu dilakukan karena sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Ary Ginanjar Agustian, salah satu pendiri ESQ Ledership Center.

“Lewat ESQ tersebut, ternyata laki-laki sudah mau menikah dengan perempuan. Dan itu salah satu opsi redesain rehabilitasi sosial apakah LGBT ataukah nafsah. Kita sedang melakukan hitung-hitungan dengan Pak Ary Ginanjar. Dalam artian begini, kita bisa menyiapkan berapa kapasitasnya dimana,” papar Khofifah kepada wartawan usai menghadiri acara majelis dzikir dan doa bersama jama’ah Al-Khidmah, di depan masjid Agung Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (28/2/2016).

Khofifah menyebutkan bahwa pada tanggal 16 Maret nanti, di salah satu puncak di kawasan Bogor, Jawa Barat, akan ada semacam pelepasan LGBT yang bisa kembali sesuai dengan fungsi sosialnya semula.

Menurutnya, proses rehabilitasi LGBT bisa dilakukan dengan cara memasukkan korban LGBT ke dalam air rebus. Lalu korbannya dimasukkan di sebuah tempat dengan suhu 85 derajat celcius. Dan proses tersebut tidak berbahaya karena ada rempah-rempah.

“Saya sendiri pernah mencoba dan itu memang tidak berbahaya. Saya juga meminta kepada Dirut nafsah untuk mencobanya dan ternyata tidak ada masalah,” ujranya.

Lebih lanjut Khofifah menerangkan, ada semacam jamu yang dimiliki oleh pusat rehabilitasi nafsah, dan bisa melakukan detok.

“Kalau dihentikan mungkin tidak bisa 100 persen. Tapi kemungkinan untuk bisa dikurangi saya rasa selama ini sudah bisa dibuktikan. Bahkan dari beberapa negara asing juga sudah mendatangi ke Mojokerto untuk melihat cara rehabsos korban nafsah yang ada di Mojokerto,” terangnya.

Khofifah juga mengaku pernah melakukan kunjungan ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai Kartanegara. Di sana juga ada rehab untuk LGBT. Di Kalimantan Timur sendiri terdapat 35 titik lokasi dan lokalisasi prostitusi. Gubernur Kaltim sudah melakukan pencanangan penutupan lokasi dan lokalisasi. Dan yang sudah siap ditutup di Kutai Kartanegara.

“Tahun 2019, Kemensos dan Dinsos se-Indonesia mentargetkan penutupan lokasi dan lokalisasi prostitusi sudah ditutup,” pungkasnya. (ikwn)